
Yeahhhhh!! ^_________^
Filed under: My Interest , 090909, clock, day, hours, indonesia, jakarta, month, september, unique, watch
9 September 2009 • 18:28 0
22 May 2009 • 16:03 0
Kawin siri, poligami, dan perbuatan-perbuatan sejenisnya, sangat sering menggunakan alasan “daripada zinah”. Jadi, daripada zinah, mendingan kawin siri. Jadi ngga zinah. Daripada selingkuh terus-terusan di belakang istri resmi, mendingan poligami aja, jadinya tidak zinah. Daripada pacaran lama-lama, mendingan meski baru kenal sebulan langsung kawin aja, daripada zinah.
Shit.
Alasan apaan sih itu?! Pembenaran doang. Bahkan orang sekelas Ustadz Yusuf Mansyur-pun punya pandangan yang sama.
Apakah perkawinan itu hanya identik dengan seks? Apakah pacaran artinya berpotensi besar melakukan perzinahan? Apakah hawa nafsu jauh lebih penting daripada kecocokan, pertemanan, komunikasi, dan hal-hal lain di dalam membangun hubungan antara laki-laki dan perempuan?
Padahal perkawinan, menurut saya, adalah perbuatan sekali seumur hidup. Tidak ada alasan “sudah tidak ada kecocokan” yang cukup kuat untuk menjadi alasan berakhirnya sebuah perkawinan. Oleh karena itu juga, maka alasan “daripada zinah” juga tidak dapat diterima. Karena perkawinan bukan hanya tentang itu.
Pihak-pihak yang memberikan alasan tersebut, tanpa mengurangi rasa hormat saya, adalah pihak yang justru terlihat lebih mementingkan seks ketimbang hal lainnya. Sangat jelas terlihat bahwa alasan “daripada zinah” dikeluarkan karena ada kecenderungan yang besar untuk melakukan zinah. Hal itu dapat terjadi karena orientasi pihak-pihak tersebut adalah hal-hal yang berhubungan dengan zinah.
Jadi, daripada zinah…..?
Filed under: My Interest, My Life, My Mind , aldi taher, dewi persik, perkawinan, poligami, seks, selingkuh, ustadz, yusuf manyur, zinah
2 April 2009 • 11:16 0
Conficker adalah sebuah varian worm (yang juga dikenal dengan nama Kido atau Downadup), yang sebenarnya menyebar sejak tahun 2000, dan dikabarkan akan bermutasi pada tanggal 1 April 2009. Hingga saat ini, diperkirakan sudah 9 juta komputer terinfeksi worm ini.
Worm ini menyebar melalui jaringan internet, dan menetap di komputer pengaksesnya. Kemudian, ia akan berusaha menyebarkan dirinya melalui jaringan lokal. Varian tertentu juga mampu berpindah melalui flashdisk.
Jika sudah masuk ke dalam sebuah komputer, Conficker akan menginstal sebuah botnet, yang mampu memerintahkan komputer untuk melakukan update dan menerima perintah dari 50.000 domain acak perhari. Conficker juga akan mematikan beberapa security services di komputer yang telah terinfeksi, dan memblok jalur ke situs-situs security seperti Symantec, Microsoft, dll. Worm ini juga akan membuka jalur ke situs-situs berbahaya, yang dapat menyebarkan spam bahkan melakukan phishing (pengambilan data pribadi secara ilegal).
Saking berbahayanya, pihak Microsoft bahkan menyediakan US$ 250.000 bagi siapapun yang dapat memberikan informasi mengenai si pembuat worm ini. Sebagai informasi, virus ini dideteksi berasal dari Asia.
Ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan, agar Conficker tidak menyambangi komputer kita. Antara lain dengan cara-cara berikut ini :
Instal patch dari Microsoft yang menutup celah MS08-067, MS08-068, MS09-001. Karena celah-celah inilah yang menjadi jalan masuk Conficker ke komputer kita. Jika anda biasa melakukan update secara online, celah ini otomastis sudah tertutup.
Bagi yang telah terinfeksi, jangan khawatir, karena masih ada cara lain untuk membersihkan komputer selain melakukan instal ulang. Bahkan sebenarnya, jika komputer yang terinfeksi berada di dalam satu jaringan yang telah terinfeksi, maka kegiatan instal ulang tidak akan mampu menghapus Conficker. Untuk itu, sebelum melakukan koneksi dengan jaringan, pastikan terlebih dahulu bahwa semua komputer di dalam jaringan telah bersih dari Conficker.
Cara membersihkan komputer yang telah terinfeksi worm ini dapat menggunakan beberapa software. Caranya adalah sebagai berikut :
Kita juga dapat melakukan penghapusan Conficker dengan tools yang disediakan oleh Symantec. Tapi tentu saja, aplikasi tersebut harus diambil melalui komputer yang tidak terinfeksi, karena komputer yang terinfeksi tidak akan dapat membuka situs Symantec. Sekali lagi, jangan lupa pastikan bahwa komputer lain yang tersambung ke dalam jaringan sudah bersih dari Conficker.
Filed under: My Interest, My Mind
27 March 2009 • 00:46 0
Film yang berdasar atas kisah nyata ini mengambil latar tahun 1930-an, di Amerika Serikat. Christine Collins (Angelina Jolie) yang kehilangan anaknya, Walter, menunggu selama berbulan-bulan dan penuh ketidakpastian. Sampai pada akhirnya, polisi menghubunginya, dan mempertemukan kembali ia dengan seorang anak laki-laki berumur 9 tahun.![]()
Namun Christine kaget, karena anak tersebut bukanlah Walter. Sang polisi terus menerus mendesak Christine untuk mengakui anak itu adalah Walter, agar pemberitaan media terhadap kepolisian Los Angeles menjadi positif, setelah selama ini pemberitaan media selalu menyoal korupsi dan kejahatan di dalam tubuh kepolisian Los Angeles.
Christine sangat yakin, anak tersebut bukanlah Walter. Ia pun melakukan segala cara untuk meyakinkan polisi, bahwa anaknya yang sebenarnya belum ditemukan. Namun polisi tidak mengindahkannya, dan bahkan mengirimkan Christine ke rumah sakit jiwa dengan tuduhan telah mengalami trauma hebat karena kehilangan anaknya.
Film ini menggambarkan penderitaan sang ibu yang kehilangan anaknya, dengan sangat baik. Akting Angelina Jolie sangat pantas mendapatkan nominasi piala Oscar, karena pendalamannya yang luar biasa, yang bahkan membuat saya ikut merasakan kepedihan Christine.
Cerita yang luar biasa, dan pesan moral yang disampaikan, menjadi kelebihan utama film ini. Semangat seorang ibu untuk membuktikan bahwa nalurinya tidaklah salah, terlihat sangat mengharukan, dan mendorong kita untuk ikut menyelam bersama perasaan kehilangan yang dirasakannya. Harapan yang sangat besar dari Christine untuk menemukan anaknya, membuat kita seharusnya malu, jika kita hanya mampu berharap sedikit, sementara ada banyak harapan di luar sana.
“I used to tell Walter, ‘Never start a fight… but always finish it.’ I didn’t start this fight… but by God, I’m going to finish it.” – Christine Collins -
Filed under: My Interest, My Mind, My Movies
26 March 2009 • 23:51 1
Membaca berita mengenai pengumuman nama-nama caleg (calon legislatif) yang melakukan poligami ini, sebenarnya saya setuju-setuju saja. Hanya sangat disayangkan, komentar-komentar di berita ini sungguh tidak mengenakkan. Lagi-lagi sistem moderasi komentar di detik.com tidak berjalan dengan semestinya. Sungguh disayangkan.
Pengumuman nama caleg yang melakukan poligami, awalnya diprakarsai oleh Solidaritas Perempuan Indonesia, karena menganggap bahwa caleg yang melakukan poligami berarti tidak memiliki perspektif perempuan. Masalahnya sekarang, isu ini dikaitkan dengan isu politik, yaitu dalam rangka menjatuhkan caleg yang telah melakukan poligami, sebut saja Anis Matta, sekjen DPP PKS. Beliau memiliki 2 istri, di mana istri keduanya berkebangsaan asing (CMIIW).
Padahal, poligami menurut agama Islam, adalah sah. Menurut beberapa komentar di berita tadi, poligami adalah FASILITAS dari Tuhan, jadi boleh digunakan, boleh juga tidak. Tidak ada yang mewajibkan poligami, dan di sisi lain, tidak ada pula yang melarang.
Masalahnya di sini adalah, bahwa pemilih (sebut saja saya), menginginkan informasi yang sejelas-jelasnya mengenai calon-calon yang akan saya pilih. Tentunya saya tidak mau memilih kucing di dalam karung, karena kucing itulah yang akan mewakili saya 5 tahun ke depan. Jika saya tidak tahu kredibilitasnya, tidak tahu kapasistasnya, dan tidak tahu latar belakangnya, maka saya memilih untuk tidak memilih mereka.
Begitu pula dengan hal ini. Pengumuman ini, menurut saya adalah hal yang perlu. Para caleg seharusnya tidak perlu takut, karena keputusan tetap pada sang pemilih, apakah kelakuan poligami sang caleg mengubah pandangan sang pemilih kepada caleg tersebut. Inilah yang namanya demokrasi, bukan begitu? Biarkan pemilih melakukan pilihan, sementara yang mencalonkan diri untuk dipilih, silahkan tunjukkan kelebihan anda!
Filed under: My Interest, My Life, My Mind