Good words are worth much, and cost little.

George Herbert

“Daripada zinah…”

Kawin siri, poligami, dan perbuatan-perbuatan sejenisnya, sangat sering menggunakan alasan “daripada zinah”. Jadi, daripada zinah, mendingan kawin siri. Jadi ngga zinah. Daripada selingkuh terus-terusan di belakang istri resmi, mendingan poligami aja, jadinya tidak zinah. Daripada pacaran lama-lama, mendingan meski baru kenal sebulan langsung kawin aja, daripada zinah.

Shit.

Alasan apaan sih itu?! Pembenaran doang. Bahkan orang sekelas Ustadz Yusuf Mansyur-pun punya pandangan yang sama. 

Apakah perkawinan itu hanya identik dengan seks? Apakah pacaran artinya berpotensi besar melakukan perzinahan? Apakah hawa nafsu jauh lebih penting daripada kecocokan, pertemanan, komunikasi, dan hal-hal lain di dalam membangun hubungan antara laki-laki dan perempuan?

Padahal perkawinan, menurut saya, adalah perbuatan sekali seumur hidup. Tidak ada alasan “sudah tidak ada kecocokan” yang cukup kuat untuk menjadi alasan berakhirnya sebuah perkawinan. Oleh karena itu juga, maka alasan “daripada zinah” juga tidak dapat diterima. Karena perkawinan bukan hanya tentang itu.

Pihak-pihak yang memberikan alasan tersebut, tanpa mengurangi rasa hormat saya, adalah pihak yang justru terlihat lebih mementingkan seks ketimbang hal lainnya. Sangat jelas terlihat bahwa alasan “daripada zinah” dikeluarkan karena ada kecenderungan yang besar untuk melakukan zinah. Hal itu dapat terjadi karena orientasi pihak-pihak tersebut adalah hal-hal yang berhubungan dengan zinah.

Jadi, daripada zinah…..?

Filed under: My Interest, My Life, My Mind , , , , , , , , ,

Hidup setelah mati, adakah?

Kamis kemarin, adalah perayaan Kenaikan Isa Almasih atau Kenaikan Yesus Kristus, yaitu 40 hari setelah bangkitnya Yesus dari kematian. Ibadah diadakan seperti layaknya hari Minggu, dan kali ini saya tertarik dengan khotbah sang Pendeta yang saya hadiri.

Beliau menyinggung mengenai kehidupan setelah mati, yaitu bahwa setelah meninggal, maka kita akan hidup kembali, tapi bukan dengan tubuh fisik, melainkan dengan tubuh kemuliaan. Setelah mati, kita juga akan masuk ke dalam Firdaus terlebih dahulu, sebelum masuk ke dalam sorga yang sebenarnya, yaitu ketika Yesus datang untuk kedua-kalinya dan membawa semua orang percaya ke sorga, termasuk orang yang sudah mati sebelumnya, ataupun yang masih hidup.

Saya tidak meragukan atau mempertanyakan kebenaran dan keabsahan dari statement ataupun ajaran ini, karena saya tidak dalam kapasitas menjawab, ataupun memiliki pengetahuan yang memadai untuk membantahnya. Yang jadi pertanyaan saya (dan mungkin jutaan orang lainnya) adalah, apakah hidup setelah mati itu ada? Apakah ada sorga?

Ada pernyataan yang bilang : “membuktikan Tuhan itu ada memang susah, namun membuktikan Tuhan itu tidak ada, justru jauh lebih susah.” Saya setuju. Tapi bagaimana dengan pembuktian bahwa sorga itu ada? Apakah sulit membuktikan bahwa sorga itu tidak ada?

Sang Pendeta menjawab pertanyaan saya tanpa saya perlu menanyakan. Ia menyebutkan, bahwa jika tidak ada tujuan setelah hidup, maka silahkan hiduplah sesukanya. Toh mati bukanlah kerugian. Dan buat apa hidup lama di dunia, kalau akhirnya akan hilang begitu saja? Berbuatlah semaunya, tanpa ada aturan, tanpa ada batasan. Toh tidak ada yang melarang dan membatasi.

Tapi lantas kenapa manusia semua hidup dalam aturan? Lantas kenapa manusia menciptakan agama? Untuk apa semuanya? Kenapa tidak dibiarkan saja? Mungkin karena ada sorga dan neraka. Atau ada kehidupan setelah kematian. Maka kita, sebagai manusia, mulai melakukan berbagai tindakan untuk kehidupan kita selanjutnya.

Ada yang percaya kepada sang Juruslamat, karena hanya Dia-lah jalan menuju sorga. Ada yang berbuat baik, supaya amal dan ibadahnya menjadi alat untuk membawa dia ke sorga. Ada yang berbuat baik, agar di kehidupan selanjutnya dapat ber-reinkarnasi menjadi makhluk sempurna. Dan berbagai perbuatan lainnya. Kenapa? Karena kita takut pada neraka? Karena kita mendambakan sorga? Karena KITA PERCAYA ADA KEHIDUPAN SETELAH MATI?

Filed under: My Life, My Mind , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Lily Allen – Fuck You.mp3

Beberapa hari lalu, saya mengunduh sebuah lagu milik Lily Allen, yang berjudul “Fuck You”. Sebenarnya saya tidak merencanakan untuk mengunduh lagu tersebut, namun ketika saya browsing ke www.dilandau.com, dan mengetikkan keyword “lily allen”, maka lagu-lagu yang berada di toplist situs tersebut salah satunya adalah lagu berjudul “Fuck You” tersebut.

It's Not Me, It's You Setelah mengunduh dan mendengarkan beberapa kali sepanjang weekend ini, pagi ini saya merasa tertarik dengan arti dari lirik lagu tersebut. Maksudnya, saya jadi berpikir, kenapa Lily Allen sampai menyanyikan sebuah lagu yang (setidaknya menurut saya), terdengar begitu kasar, tapi sangat menyenangkan.

Googling beberapa saat, dan akhirnya saya berlabuh di sebuah situs bernama www.songmeanings.net, yang sudah beberapa kali saya sambangi ketika hendak mencari arti dari lagu-lagu yang saya dengarkan. Membaca beberapa komentar pertama, saya tidak ‘ngeh’, karena mereka justru membicarakan masalah judul lagu tersebut, yang ternyata baru-baru ini saja diubah menjadi “Fuck You”. Ternyata judul awalnya adalah “Guess Who Batman“, yang sebenarnya tidak disinggung sama sekali dalam lagu tersebut.

Membaca lebih jauh, akhirnya saya menyadari bahwa judul lagu tersebut ternyata memiliki inisial GWB, yang notabene adalah inisial dari mantan Presiden AS, George W. Bush. Dan setelah membaca beberapa komentar di situs tersebut, ditambah dengan membaca lirik lagunya, maka pahamlah saya bahwa lagu tersebut memang betul-betul ditujukan kepada Bush.

Kata-kata yang digunakan memang terasa sangat kasar, namun entah kenapa, juga terasa sangat tepat. Kebencian yang tersirat, justru menjadi pengingat bagi kita untuk perilaku-perilaku Bush selama memerintah. Bush yang anti terhadap pernikahan gay, Bush yang menyerukan perang, Bush yang merupakan penerus ayahnya, dan Bush yang berpikiran sempit. Ditambah dengan musik yang riang dan aksen British Lily Allen, lagu ini benar-benar menghibur! Enjoy!

 

Look inside, look inside your tiny mind
Then look a bit harder
‘Cause we’re so uninspired, so sick and tired
Of all the hatred you harbor

So you say it’s not okay to be gay
Well, I think you’re just evil

You’re just some racist who can’t tie my laces
Your point of view is medieval

Fuck you, fuck you very, very much
‘Cause we hate what you do
And we hate your whole crew

So please don’t stay in touch

Fuck you, fuck you very, very much
‘Cause your words don’t translate
And it’s getting quite late
So please don’t stay in touch

Do you get, do you get a little kick
Out of being small minded?
You want to be like your father
It’s approval you’re after
Well, that’s not how you find it

Do you, do you really enjoy
Living a life that’s so hateful?
‘Cause there’s a hole where your soul should be
You’re losing control a bit
And it’s really distasteful

Fuck you, fuck you very, very much
‘Cause we hate what you do
And we hate your whole crew
So please don’t stay in touch

Fuck you, fuck you very, very much
‘Cause your words don’t translate
And it’s getting quite late
So please don’t stay in touch

Fuck you, fuck you, fuck you
Fuck you, fuck you, fuck you
Fuck you

You say you think we need to go to war
Well, you’re already in one

‘Cause it’s people like you that need to get slew
No one wants your opinion

Fuck you, fuck you very, very much
‘Cause we hate what you do
And we hate your whole crew
So please don’t stay in touch

Fuck you, fuck you very, very much
‘Cause your words don’t translate
And it’s getting quite late
So please don’t stay in touch

Fuck you, fuck you, fuck you
Fuck you, fuck you, fuck you

 

Filed under: My Mind

The Curious Case of David Hartanto Widjaja

Kasus “bunuh diri” David Hartanto Widjaja, sudah lebih dari 3 minggu berlalu. Seminggu belakangan, saya yang awalnya mengikuti perkembangan kasus ini, tiba-tiba kehilangan informasi di tengah-tengah kesibukan. Baru weekend kali ini, saya kembali googling dan mencari informasi tentang kasus ini, dan menemukan beberapa informasi baru. Dan saya jadi “tergelitik” untuk menulisnya di sini.

david-prof-chan Saya tidak kenal David. Saya bukan saudaranya, teman dekatnya, ataupun teman onlinenya. Satu-satunya yang menghubungkan hanyalah yayasan BPK Penabur, tempat saya sekolah dari TK hingga SMP, yang kebetulan juga adalah tempat David sekolah dari SD hingga SMA. Kami tidak satu sekolah, hanya satu yayasan, yang di dalamnya terdapat banyak sekali sekolah, dari TK hingga SMK. Tapi entah kenapa, sejak awal kasus ini mencuat, saya merasa tertarik sekali dengan kasusnya.

pisau Pemberitaan miring di Singapura, yang sejak awal menyatakan bahwa David yang menyerang Prof Kap Luk Chan (bisa juga dilihat di sini), dan kemudian melanjutkan aksinya dengan menyayat pergelangan tangannya sendiri untuk bunuh diri, dan kemudian menjatuhkan diri dari lantai 4 NTU,  terkesan menyudutkan sang korban. Bahkan ada situs berita yang justru memberitakan semua prestasi sang Profesor, tanpa memberitahukan prestasi David.

Begitu banyak kejanggalan-kejanggalan yang ternyata ditemukan oleh teman-teman blogger (bisa cek di sini, di sini, ataupun di sini, bahkan di sumber-sumber lainnya), yang mungkin tidak mengandalkan hasil penyelidikan kepolisian Singapura ataupun keterangan dari para saksi secara langsung, namun mengandalkan logika dan nalar, setelah melihat kenyataan-kenyataan yang ada.

ST_IMAGES_SSNTU-JJA Tapi lantas, topik ini menjadi begitu menarik, karena setelah kejadian “bunuh diri” David (yang lantas dikoreksi oleh media Singapura menjadi kasus “jatuh dari lantai 4″), muncul lagi sebuah kasus bunuh diri, di divisi yang sama dengan David dan Prof Kap Luk Chan, yaitu Electrical and Electronics Engineering (EEE), bahkan berada di lab yang sama dengan keduanya. Zhou Zeng, nama pria tersebut, 0002-1024x340clip-1024x62 dikabarkan meninggal gantung diri di apartemennya. Tidak ada keterangan jelas, apa yang memotivasi Zhou untuk gantung diri. Kebetulan? Mungkin saja. Tapi coba lihat satu berita ini lagi.

KLHu 30 Maret 2009, Dr Hu Kun Lun, tewas ‘tertabrak’ mobil di Singapura. Lagi-lagi, peneliti asal Cina ini berasal dari divisi EEE, tempat David, Zhou dan Prof Kap Luk Chan berada. Menurut kesaksian para saksi mata, beliau tergesa menyebrang jalan, dan tidak melihat adanya mobil yang melintas. Hu pun tewas di tempat kejadian. Kebetulan? Sangat mencurigakan.

Seperti diberitakan, penelitian David yang termasuk 3 penelitian terbaik di NTU, yaitu mengenai Multiview aquisition from multicamera configuration for person adaptive 3D display”. Hasil penelitian ini bisa diaplikasikan dalam dunia pertahanan, untuk mencari seseorang yang berada dalam kerumunan dengan menggunakan identifikasi retina ataupun sidik jari. Artinya, penelitian ini bernilai sangat tinggi, terutama bagi Singapura yang tentunya membutuhkan teknologi mutakhir dalam aktifitas pertahanan dan keamanan, mengingat minimnya jumlah pasukan keamanan di negara kecil tersebut. Buktinya, hingga kini, laptop yang berisi hasil penelitian David disita oleh kepolisian Singapura untuk kepentingan penyelidikan.

Konspirasi?

 

Filed under: My Mind

Conficker

Conficker adalah sebuah varian worm (yang juga dikenal dengan nama Kido atau Downadup), yang sebenarnya menyebar sejak tahun 2000, dan dikabarkan akan bermutasi pada tanggal 1 April 2009. Hingga saat ini, diperkirakan sudah 9 juta komputer terinfeksi worm ini.

Worm ini menyebar melalui jaringan internet, dan menetap di komputer pengaksesnya. Kemudian, ia akan berusaha menyebarkan dirinya melalui jaringan lokal. Varian tertentu juga mampu berpindah melalui flashdisk.

Jika sudah masuk ke dalam sebuah komputer, Conficker akan menginstal sebuah botnet, yang mampu memerintahkan komputer untuk melakukan update dan menerima perintah dari 50.000 domain acak perhari. Conficker juga akan mematikan beberapa security services di komputer yang telah terinfeksi, dan memblok jalur ke situs-situs security seperti Symantec, Microsoft, dll. Worm ini juga akan membuka jalur ke situs-situs berbahaya, yang dapat menyebarkan spam bahkan melakukan phishing (pengambilan data pribadi secara ilegal).

Saking berbahayanya, pihak Microsoft bahkan menyediakan US$ 250.000 bagi siapapun yang dapat memberikan informasi mengenai si pembuat worm ini. Sebagai informasi, virus ini dideteksi berasal dari Asia.

Ada beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan, agar Conficker tidak menyambangi komputer kita. Antara lain dengan cara-cara berikut ini :

  • Instal patch dari Microsoft yang menutup celah MS08-067, MS08-068, MS09-001. Karena celah-celah inilah yang menjadi jalan masuk Conficker ke komputer kita. Jika anda biasa melakukan update secara online, celah ini otomastis sudah tertutup.

  • Pastikan password akun administrator lokal tidak dapat diterka dengan mudah—password minimal harus terdiri dari 6 karakter yang merupakan perpaduan antara huruf kapital dan non-kapital, angka, serta karakter spesial seperti tanda baca. Ini untuk menyulitkan worm dalam memasuki jaringan server lokal kita.

Bagi yang  telah terinfeksi, jangan khawatir, karena masih ada cara lain untuk membersihkan komputer selain melakukan instal ulang. Bahkan sebenarnya, jika komputer yang terinfeksi berada di dalam satu jaringan yang telah terinfeksi, maka kegiatan instal ulang tidak akan mampu menghapus Conficker. Untuk itu, sebelum melakukan koneksi dengan jaringan, pastikan terlebih dahulu bahwa semua komputer di dalam jaringan telah bersih dari Conficker.

Cara membersihkan komputer yang telah terinfeksi worm ini dapat menggunakan beberapa software. Caranya adalah sebagai berikut :

  1. Unduh KKiller_v3.4.3.zip dan ekstrak paket itu ke sebuah folder dalam komputer yang sudah terinfeksi.
  2. Jalankan file KKiller.exe. Ketika scan sudah selesai, jendela command prompt akan muncul pada layar monitor. Untuk me-minimize jendela itu, tekan sembarang ombol. Agar jendela itu ditutup secara otomatis, disarankan agar KKiller.exe dijalankan dengan parameter “-y”.
  3. Tunggu sampai proses scan selesai.Bila Agnitum Outpost Firewall terinstal pada komputer yang menjalankan KKiller.exe, restart setelah penggunaan KKiller.exe.
  4. Lakukan full scan  pada komputer dengan Kaspersky Anti-Virus atau dengan antivirus lainnya.

Kita juga dapat melakukan penghapusan Conficker dengan tools yang disediakan oleh Symantec. Tapi tentu saja, aplikasi tersebut harus diambil melalui komputer yang tidak terinfeksi, karena komputer yang terinfeksi tidak akan dapat membuka situs Symantec. Sekali lagi, jangan lupa pastikan bahwa komputer lain yang tersambung ke dalam jaringan sudah bersih dari Conficker.

 

Filed under: My Interest, My Mind

Calendar

July 2009
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter

Flickr Photos

Light through the windows.

Asia Africa Street, Jakarta.

More capitalism.

More Photos